by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

dr. Dito Anurogo, M.Sc.                 
285 0 0
Acara Akademik February 13 5 Min Read

Seni Memahami Keadilan (Bagian 6)




Seni Memahami Keadilan (Bagian 6)

 

Keadilan Politis

Tidak seperti pandangan Plato dan Aristoteles, John Rawls mengabaikan persoalan keadilan individual. Oleh karena itu, John Rawls tidak pernah melihat persoalan keadilan politik sebagai sesuatu yang berdiri sendiri. Baginya, menciptakan keadilan berarti membangun sebuah tatanan sosial seperti negara yang adil.

Rawls berpandangan bahwa konstruksi sebuah tatanan sosial yang adil mengandaikan perwujudan politis dari aturan-aturan dan institusi-institusi tertentu. Oleh karena itu, dalam arti luas persoalan keadilan selalu merupakan masalah keadilan politis.

Penekanan pada keadilan politis mendekatkan Rawls pada pemikiran David Hume. Namun kekhasannya dalam perbandingan dengan David Hume ialah bahwa Rawls kembali merujuk pada persoalan klasik keadilan politik.

Rawls berpendapat, pada prinsipnya aturan-aturan fundamental konstitusi politik sebuah masyarakat merupakan norma dasar yang mendefinisikan sebuah tatanan sosial. Baginya, persoalan keadilan politik dalam arti sempit berkaitan dengan penataan aturan-aturan konstitusional sebuah komunitas politis (berbeda dengan institusi-institus sosial ekonomi) atas dasar prinsip keadilan.

Seperti Aristoteles, Rawls membuat distingsi yang ketat antara pengertian (Begriff) keadilan dan konsepsi (Konzeption) keadilan. Berbeda dari Aristoteles, Rawls tidak berminat pada uraian tentang pengertian (Begriff) keadialan, melainkan pada pertanyaan bagaimana wajah konsep keadilan yang legitim secara universal dan memenuhi syarat-syarat rasional tersebut mewujudkan dirinya? Rawls dalam seluruh uraiannya mereduksi persoalan keadilan sosial kepada keadilan distributif. Oleh karena itu, pembahasan tentang konsep keadilan kompensatoris atau pertukaran yang adil misalnya tidak akan dijumpai dalam karya Rawls. (Dinarasikan ulang oleh Dito Anurogo dari paparan Frater “Otto Gusti Madung” dari STFK LEDALERO melalui forum virtual “Kuliah Philojustice” di hari Ahad, 13 Februari  2022, pukul 20.00 – 22.00 WIB)

 


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.