by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Rezekinta Syahputra Sembiring                 
170 0 1
Sains dan Teknologi February 10 9 Min Read

Penargetan 10.000 Sampel Genom Masyarakat Indonesia Diteliti Untuk Pengobatan Presisi Delapan Penyakit




Pada 2024 ditargetkan sebanyak 10.000 sampel genom masyarakat dapat terkumpul dan diteliti melalui pengurutan genom secara menyeluruh (whole genome sequencing/WGS) dengan perpedoman pada peta jalan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Kegiatan penelitian tersebut berfokus pada delapan permasalahan kesehatan di Indonesia yaitu kanker, diabetes, penyakit menular infeksi, penyakit kardiovaskular, penyakit otak dan neurodegeneratif, penuaan, kesehatan ibu dan anak, serta penyakit terkait kelainan genetik. Penelitian tersebut bertujuan untuk mendukung pengobatan yang tepat terhadap delapan penyakit utama tersebut.

Menurut Azhar Jaya selaku Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian di Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman: Kerja Sama Kementerian Kesehatan RI dan Illumina Membangun Sistem Genomik Engine Pertama di Indonesia (31/01/2024), penelitian genom dilakukan untuk pemetaan pola penyakit masyarakat Indonesia sehingga melalui pemetaan tersebut diharapkan intervensi pengobatan menjadi lebih presisi, efektif dan efisien karena obat yang diberikan lebih tepat. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan yaitu adanya kedokteran presisi di dunia kesehatan. Melalui kedokteran presisi dapat mengefisienkan sumber daya maupun biaya karena pengobatan dapat dilakukan secara tepat dan cepat.

Description: C:UsersHPDownloadshttps___asset.kgnewsroom.com_photo_pre_2024_01_31_d9678671-3d68-4ba0-9b6f-40f1520c267e_jpeg.jpg

Penandatangan nota kesepahaman kerja sama Kementerian Kesehatan dan Illumina untuk membangun sistem genomik  engine pertama di Indonesia ole Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha (kiri) bersama dengan Senior Vice President Asia Pacific Middle East and Africa (AMEA) Illumina Gretchen Weightman secara daring (Rabu, 31/1/2024 di Jakarta).

Pada acara penandatanganan nota kesepahaman tersebut, terdapat tiga kerja sama utama yang disepakati Kementerian Kesehatan dan Illumina yaitu pengembangan kapasitas dan pendidikan dalam pengobatan presisi untuk penapisan, diagnostik, dan terapi; pembangunan arsitektur sekuensing berteknologi tinggi dan kemampuan menghasilkan data genom sekuensing; serta eksplorasi penelitian dan kolaborasi klinis dalam pengawasan patogen untuk kesiapsiagaan pandemi dan kesehatan masyarakat. Menurut Azhar, penelitian genom di Indonesia telah berjalan dalam program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) dengan bekerja sama berbagai sektor untuk mendukung jalannya program tersebut.

Azhar berpendapat bahwa terdapat enam hub yang ditunjuk dalam program genome sequencing dan sudah dilengkapi dengan alat untuk melakukan pengurutan genom di sekitar 50% provinsi di Indonesia. Alat pengurutan genom tersebut terdapat di laboratorium kesehatan masyarakat di setiap daerah yag akan melakukan koordinasi antara laboratorium, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya sehingga data yang diperoleh akan terintegrasi dengan baik.

Menurut Kunta Wibawa Dasa Nugraha selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting dalam mengembangkan penelitian genom di Indonesia sehingga kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya sekedar mendorong adanya inovasi tetapi juga menciptakan sumber daya manusia yang terampil di bidang genomik. Dengan demikian, keberlanjutan penelitian dan pengembangan data genom dapat dipastikan dan diterapkan secara luas di Indonesia. Memperkuat kedokteran presisi berbasis genom di Indonesia seperti peningkatan penapisan, diagnosis dan terapi pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis genom bagi masyarakat di Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Illumina Gretchen Weightman selaku Senior Vice President Asia Pacific Middle East and Africa (AMEA) bahwa data genom harus dapat dimanfaatkan oleh banyak orang bahwa manusia memiliki informasi genom yang berbeda-beda. Pada saat ini, sekitar 78% data genom dalam penelitian mengenai resiko penyakit di seluruh dunia berasal dari populasi Eropa sehingga pemanfaatan data tersebut tidak terlalu relevan di Indonesia sehingga penelitian genomik populasi harus dilakukan secara luas pada penduduk di Indonesia. Genom dapat memberikan dampak yang signifikan untuk kesehatan masyarakat mulai dari melawan dan mencegah pandemi hingga meningkatkan upaya diagnosis, pengobatan dan pencegahan penyakit. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi penyakit baru dan mengembangkan obat yang tepat.


Editor:     Rezekinta Syahputra Sembiring                 

AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.