by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Naufal Maarif                 
146 0 0
Opini Akademisi December 15 5 Min Read

The Nature of Research and Development in Educational Design Research (Part 1)




Penelitian pengembangan atau yang biasa disebut dengan Research and Development (RnD) merupakan sebuah istilah umum untuk menggambarkan penemuan dari pengetahuan baru tentang suatu prroduk yang sudah ada atau peciptaan produk yang sama sekali baru. RnD adalah hasil kerja kreatif yang sistematis untuk merumuskan materi baru atau keseluruhan produk dan untuk meningkatkan sesuatu yang sudah ada. Dalam dunia pendidikan RnD merupakan istilah yang digunakan untuk investigasi oleh lembaga pendidikan dengan tujuan membuat penemuan yang dapat mengarah pada penegmbangan produk pendidikan baru (kurikulumm, materi pembelajaran), prosedur (pengajaran atau penilaian), dan perbaikan produk atau prosedur yang sudah ada.


Penelitian pengembangan pada dasarnya menggabungkan secara sistematis penelitian dasar dan penelitian terapan. RnD bertujuan untuk menciptakan solusi dari sebuah masalah atau produk pendidikan baru. Oleh karena itu, biasanya dalam RnD dibutuhkan analisis kebutuhan pembelajaran agar sesuai dengan kriteria yang atau usaha yang akan dicapai. Pada awalnya penelitian dasar merupakan tahapan awal untuk melakukan RnD. Penelitian dasar bertujuan untuk mengetahui materi secara lebih luas untuk mengetahui dan membangun tubuh pengetahuan. Selanjutnya adalah tahapan riset terapan (Applied Research) yang merupakan tahapan spesifik dan berfokus pada objek. Tahapan ini membutuhkan metode yang lebih spesifik dan berfokus pada menciptakan suatu produk atau tahapan. Tujuannya adalah meningkatkan motivasi bagi para pelajar.


Berikutnya adalah tahapan pengembangan yang akan dibahas secara lebih mendalam pada topik ini. Pengembangan merupakan suatu tahapan ketika temuan hasil dari riset terapan telah menjadi sebuah produk spesifik termasuk di dalamnya konten, sistem, dan metode. Desain dan pengembangan prototype merupakakn proses yang menghasilkan pengetahuan baru. Dalam tahapan ini, seperti contoh prototipe yang tadi telah dihasilkan akan dicoba  dimodifikasi. Kasus yang marak saat ini adalah contoh pengembangan media pembelajaran di masa saat ini yang berbasis digital. 

PENDAPAT AHLI

Perdebatan terkait desain pengembangan dan desain instruksional sering terjadi oleh beberapa ahli. Seperti yang kita ketahui banyak dari desain pengemabangan mengambil konsep atau rancangan desain instruksional. Namun, Suparman (2014) menyatakan desain pengembangan sama dengan desain instruksional karena pada intinya sama-sama memperbaiki sesuatu yang sudah ada. Seperti contoh, ketika model pembelajaran yang telah dibuat ternyata terdapat kekurangan. Desain instruksional hadir untuk dapat memperbaiki model tersebut. Rancangan tersebut sebenarnya sama dengan konsep yang ada di RnD.
Pada awalnya, istilah RnD dikemukakan oleh Borg & Gall (1989) yang menyatakan bahwa RnD merupakan model yang terpisah dan berdiri secara dependen serta memiliki tahapan-tahapan. Ide Borg & Gall sebenarnya diadaptasi dari model penelitian yang dimiliki oleh Dick and Carrey (1978) yang merupakan sebuah model instruksional. Selain itu, Borg & Gall (1989) juga menyatakan RnD merupakan tahapan proses yang biasanya merujuk pada studi riset penemuan suatu produk untuk dikembangkan, pengembangan produk berdasarkan temuan, percobaan di lapangan tempat yang baisa diguanakan, dan memperbaiki kekurangan yang ditemukan pada tahapan revisi. Borg & Gall (1989) juga menambahkan, proses ini merupakan sebuah siklus yang terus berlangsungn hingga data yang ditemukan merupakan sebuah data yang objektif dan juga valid.
Richey, Klein and Nelson, (2004) juga menjelaskan RnD merupakan sistem yang mempelajari desain, pengembangan, dan evaluasi dari program instruksional, proses dan produk yang harus memenuhi konsistensi dan efektivitas internal. Selanjutnya Richey, Klein, and Nelson, (2004) juga menyatakan bahwa RnD terbagi menjadi dua tipe. Tiper pertama merupakan sudi yang tidak hanya berfokus pada desain produk dan pengembangannya, tetapi juga evaluasinya. Tipe ke dua merupakan, fokus pada desain, pengembangan, atau model atau proses evaluasi yang diberikan. Mereka mungkin melibatkan membangun dan memvalidasi model dan proses desain yang unik, serta mengidentifikasi kondisi-kondisi yang memfasilitasi keberhasilan penggunaan mereka.

Pendapat lain yang dikemukakan oleh (L. R. Gay, Geoffrey E. Mills, 2012) penelitian pengembangan merupakan suatu proses untuk mengembangkan sebuah produk yang efektif dan digunakan di sekolah (bukan untuk menguji kebenaran suatu teori). Van den Akker sendiri menjelaskan bahwa RnD adalah kegiatan yang dilakukan selama seluruh proses pengembangan intervensi tertentu, dari studi eksplorasi melalui studi evaluasi (formatif dan sumatif) ketika menjelaskan tipe-tipe dalam RnD. Sehingga van den Akker lebih menjelaskan bahwa tipe 1 merupakan studi rekonstruktif.
Sehingga, penelitian pengembangan sebenarnya merupakan sebuah penelitian untuk mengembangkan solusi berbasis penelitian untuk masalah kompleks dalam praktik pendidikan. Jenis penelitian desain ini didefinisikan sebagai analisis sistematis, desain, dan evaluasi intervensi pendidikan dengan tujuan ganda menghasilkan solusi berbasis penelitian untuk masalah kompleks dalam praktik pendidikan, dan memajukan pengetahuan kita tentang karakteristik intervensi ini dan proses perancangan. dan mengembangkan.

Jenis-Jenis Model Penelitian Pengembangan 

Pada awalnya, penelitian pengembangan dicetuskan oleh Dick and Carrey pada tahun 1978. Model pengembangan itu didasarkan pada penelitian instruksional untuk mengetahui model pembelajaran yang terbaik digunakan pada masa itu. Namun, pada akhir-akhir ini kita akan disuguhkan dengan beragam model RnD, seperti ADDIE, 4D, 7C, dan masih banyak lainnya.

  • Wiggins and MCTIGHE Model

Model pertama ini sebenarnya merupakan model desain instruksional, tetapi dikembangkan menjadi model desain pengembangan. Model ini menyelaraskan kurikulum dengan standar dan tolok ukur yang dibandingkan dengan kursus. Model ini terdiri dari 3 komponen penting.

  1. Identifikasi hasil yang diinginkan
  2. Menentukan level dari keberhasil dan support yang mendukung hasil
  3. Mendesain aktivitas yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa

Model ini terdiri dari 8 tahapan, yaitu
• Analisis standar/tolok ukur (atau gunakan ekspektasi tingkat tingkat negara bagian).
• Mengembangkan tugas penilaian.
• Pengembangan panduan penilaian.
• Desain kurikulum.
• Perencanaan strategi instruksional.
• Pengiriman instruksi.
• Mengadministrasikan penilaian.
• Evaluasi/perbaiki proses 8 langkah di atas.

To be continued....


Editor:     Rezekinta Syahputra Sembiring                 

AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.