Trending

Dr. Jeanne Francoise                 
235 0 2
Opini Akademisi March 16 6 Min Read

ANALISIS KONSERVASI DAN EFISIENSI ENERGI PADA TOWER FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA BERDASARKAN SERTIFIKASI GREEN BUILDING INDONESIA




 

Pada saat ini krisis energi telah menjadi salah satu isu hangat seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi. Memasuki abad ke-20, kebutuhan energi menjadi semakin besar dalam berbagai aspek. Namun, kebutuhan akan energi yang semakin besar tidak diimbangi dengan persediaan energi yang memadai. Penyebab peningkatan kebutuhan energi adalah pertumbuhan penduduk serta modernisasi peradaban. Setiap hari, penggunaan peralatan listrik seperti air conditioner, komputer, lampu, lemari es, dispenser, televisi dan semua perangkat tersebut memerlukan energi untuk beroperasi sebagaimana dibutuhkan. Berdasarkan penelitian Prima, dkk (1), penggunaan energi yang berlebihan dan kurang bijaksana tersebut menyebabkan pemanasan global.

Pemanasan global merupakan kondisi peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat konsentrasi gas rumah kaca serta penggunaan sumber energi yang kurang bijaksana dan berlebihan (Prima & Indriyati, 2020). Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengurangi isu energi yang menyebabkan pemanasan global adalah dengan melakukan konservasi energi guna mengurangi konsumsi energi yang berlebihan dan efisiensi energi sebagai penggunaan energi secara efisien dengan energi yang lebih sedikit berdasarkan sertifikasi green building (2).

Green building merupakan solusi yang tepat untuk menanggulangi krisis energi yang terjadi di mana standar Greenship sebagai sertifikasi utama dan EDGE sebagai pendukung sertifikasi utama. Penerapan konsep green building juga tidak hanya diterapkan pada bangunan yang berfungsi sebagai perkantoran namun juga diterapkan pada bangunan yang berfungsi sebagai fasilitas pendidikan. Pada fasilitas pendidikan penerapan konsep green building telah dilakukan dalam upaya menciptakan green campus (3).

Green campus yang diterapkan pada perguruan tinggi merupakan bagian konsep green building yang memiliki kriteria peringkat penilaian. Menurut peringkat yang ditentukan oleh UI Green Metrick World University, Universitas Sriwijaya tidak memasuki peringkat dari 72 perguruan tinggi yang menerapkan green campus di Indonesia (4). Untuk mewujudkan green campus pada Universitas Sriwijaya maka diperlukan penerapan konsep green building di dalamnya, penerapan ini dapat dilakukan pada salah satu bangunan yang ada (5).

Gambar 1. Green Campus (CNN, 2021)

Adapun fakultas yang telah memiliki upaya untuk menerapkan konsep green building menurut penelitian Citra, Arifin, dan Reki (2021) (https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/3100) adalah Tower Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang letaknya berada pada Jalan Srijaya Negara, Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121.

Tim peneliti telah melakukan analisis konservasi energi dan efisiensi energi pada Tower Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya berdasarkan sertifikasi Green Building Indonesia, berdasarkan sertifikasi Green Building Indonesia. Konservasi Energi merupakan upaya pengurangan penggunaan energi berdasarkan Greenship Existing Building. Upaya konservasi energi diterapkan pada seluruh tahap pemanfaatan, mulai dari pemanfaatan sumber daya energi sampai pada pemanfaatan terakhir dengan menggunakan teknologi yang efisien dan membudayakan pola hidup hemat energi. Penelitian ini menggunakan alat pengukur konsumsi energi listrik yaitu light meter.

Tower yang menjadi locus penelitian merupakan bangunan tinggi dengan delapan lantai. Konsep green building diperlukan oleh Tower Fakultas Hukum dalam mengurangi konsumsi energi yang berlebihan. Untuk mengurangi konsumsi energi yang berlebihan, maka analisis konservasi dan efisiensi energi pada Tower Fakultas Hukum penting untuk dilakukan berdasarkan sertifikasi Green Building Indonesia (6).

Data hasil observasi penelitian diolah berdasarkan sertifikasi Green Building Indonesia pada kriteria efficiency and conservation energi dan sistem Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE). Setelah data didapatkan maka dilakukan analisis konservasi dan efisiensi energi pada Tower Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya berdasarkan sertifikasi green building Indonesia dengan menggunakan kriteria efficiency and conservation energy dan sistem EDGE.

Kriteria- kriteria pada konservasi energi yang mencakup usaha dalam melakukan penghematan energi dengan menerapkan fitur-fitur hemat energi dapat mempengaruhi efisiensi penggunaan energi pada Tower Fakultas Hukum. Berdasarkan hasil analisis konservasi dan efisiensi energi terdapat beberapa kriteria yang belum dipenuhi untuk meningkatkan penerapan konservasi energi sebagai berikut:

  1. Pembuatan standar prosedur operasi dan pelaksanaan tentang penghematan energi yang dilakukan secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memonitoring jumlah penggunaan energi pada Tower Fakultas Hukum.
  2. Pemasangan display energi di setiap lantai.
  3. Penggantian jenis pendingin ruangan AC split menjadi AC VRF. Hal ini dilakukan karena sistem pendingin VRF menggunakan teknologi inverter yang memiliki kemampuan pengaturan kapasitas AC yang dapat mencegah pendinginan yang berlebihan pada suatu ruangan dan dapat menghemat listrik. Selain itu, semua kontrol kerja compressor dilakukan pada mainboard bagian outdoor, sehingga memungkinkan melakukan analisis seperti error code secara sederhana dan mudah. VRF juga bisa digunakan untuk kapasitas besar.
  4. Pemasangan sensor gerak di setiap ruang. Hal ini dilakukan untuk menghemat listrik. Ketika tidak ada kegiatan di dalam suatu ruang, maka listrik pada ruang tersebut akan otomatis padam.
  5. Pemasangan sensor hunian pada bagian koridor dan toilet.
  6. Penerapan energi terbarukan.

Penelitian menunjukkan bahwa analisis konservasi energi Tower Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya belum menerapkan konservasi energi dengan baik, sedangkan analisis efisiensi energi bahwa Tower Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya belum menerapkan efisiensi energi dengan baik.

Hal ini tentu dapat menjadi masukan bagi para pejabat di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya untuk mengevaluasi kembali konsep green building yang dijalankan selama ini belum maksimal dan masih perlu memperhatikan efisiensi energi. Terlebih saat ini kampus-kampus menerapkan sistem belajar jarak jauh atau e-learning melalui Zoom meeting atau Google Meet, sehingga sedikit-banyak akan mempengaruhi penghematan energi listrik yang digunakan.

Diharapkan penelitian yang telah dilakukan oleh Citra, Arifin, dan Reki ini dapat menjadi salah satu ukuran untuk melakukan pengecekan konsep green building pada fakultas lainnya, atau bahkan kampus-kampus lainnya. Apabila merujuk pada UN SDG, maka fokus pembangunan adalah pada sustainable development, dengan aspek-aspek efisiensi energi untuk mengurangi dampak perubahan iklim (climate change).

Sebuah bangunan kampus sudah selayaknya menjadi bangunan percontohan bahwa masih ada civitas academica sebagai humanbeing yang memikirkan konservasi energi dan efisiensi energi, tanpa harus mengurangi esensi dari fungsi bangunan itu sendiri, yang tetap mengikuti standar keselamatan minimal, aksebilitas bagi lansia dan kaum difabel, kuat berdiri tahan gempa, dan juga menjadi simbol masih adanya pendidikan tatap muka itu sendiri.

Keberlanjutan penelitian konservasi energi dan efisiensi energi tentu amat diperlukan dan dikaitkan dengan kondisi ekonomi nasional dan politik. Berdasarkan outlook Energi 2018 yang diterbitkan oleh BPPT, cadangan energi Indonesia semakin menurun, terutama energi Minyak Bumi dan Energi Gas. Menurut data dari SKK Migas 2016, cadangan minyak yang sudah diproduksi mencapai 92,1% terhadap total cadangan, sedangkan cadangan gas bumi yang telah diproduksi adalah sebesar 34,5% terhadap total cadangan. Diperkirakan cadangan minyak akan habis dalam kurun waktu 9 tahun lagi. Sedangkan cadangan gas akan habis dalam kurun waktu 42 tahun. Sedangkan Cadangan Batu Bara akan habis dalam kurun waktu 68 tahun (Koalisi Perempuan, 2018). Oleh sebab itu apakah Tenaga Nuklir nantinya dapat memenuhi kebutuhan Konservasi Energi? Tentu hal ini menjadi benak pemikiran analisis tersendiri.

Referensi

  1. Prima, Reky, & Indriyati, Citra. (2020). Analisis Konservasi Dan Efisiensi Energi Pada Tower Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Berdasarkan Sertifikasi Green Building Indonesia. Sriwijaya University. Diakses dari https://repository.unsri.ac.id/37885/
  2. Tiagas, Doly H. (2017). Mengukur Apresiasi Konsultan Arsitektur Mengenai Kriteria Rancangan Green Building. Sam Ratulangi University. Daseng: Jurnal Arsitektur 6(1), 77-86.
  3. Vujic, Angela, Krause, Christopher, Tso, Georgette, Lin, Jiaqi, Han, Bicheng, & Maes, Pattie. (2019). Gut-Brain Computer Interfacing (Gbci): Wearable Monitoring Of Gastric Myoelectric Activity. 2019 41st Annual International Conference Of The Ieee Engineering In Medicine And Biology Society (Embc), 5886–5889. Ieee.
  4. Kanakoudis, Vasilis, Papadopoulou, Anastasia, & Tsitsifli, Stavroula. (2015). Domestic Water Pricing In Greece: A Spatial Differentiation. Desalination And Water Treatment, 54(8), 2204–2211.
  5. Abdul-Azeez, Isiaka Adeyemi, & Ho, Chin Siong. (2015). Realizing Low Carbon Emission In The University Campus Towards Energy Sustainability. Open Journal Of Energy Efficiency, 4(02), 15-27.
  6. Nasional, Badan Standardisasi. (2011a). Sni 6196: 2011 Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung. Badan Standardisasi Nasional Indonesia.
Dr. Jeanne Francoise                 
235 0 2
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.